background: warna1; width: 880px; height: 35px; font-size: 12px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color: warna2; font-weight: bold; margin-bottom: 30px; padding: 2px; } #lutfhi { width: 875px; float: left; margin: 0; padding: 0; } #punch { margin: 0; padding: 0; } #punch ul { float: left; list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #punch li { list-style: none; margin: 0; padding: 0; } #punch li a, #punch li a:link, #punch li a:visited { color: warna2; display: block; font-size: 16px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; text-transform: lowercase; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; } #punch li a:hover, #punch li a:active { background: warna2; color: warna1; margin: 0; padding: 9px 15px 8px; text-decoration: none; } #punch li li a, #punch li li a:link, #punch li li a:visited { background: warna1; width: 150px; color: warna2; font-size: 14px; font-family: Georgia, Times New Roman; font-weight: normal; text-transform: lowercase; float: none; margin: 0; padding: 7px 10px; border-bottom: 1px solid #FFF; border-left: 1px solid #FFF; border-right: 1px solid #FFF; } #punch li li a:hover, #punch li li a:active { background: warna2; color: warna1; padding: 7px 10px; } #punch li { float: left; padding: 0; } #punch li ul { z-index: 9999; position: absolute; left: -999em; height: auto; width: 170px; margin: 0; padding: 0; } #punch li ul a { width: 140px; } #punch li ul ul { margin: -32px 0 0 171px; } #punch li:hover ul ul, #punch li:hover ul ul ul, #punch li.sfhover ul ul, #punch li.sfhover ul ul ul { left: -999em; } #punch li:hover ul, #punch li li:hover ul, #punch li li li:hover ul, #punch li.sfhover ul, #punch li li.sfhover ul, #punch li li li.sfhover ul { left: auto; } #punch li:hover, #punch li.sfhover { position: static; } Menu Hitam warna1 = #555555 warna2 = #FFFFFF Menu Biru warna1 = #66bbdd warna2 = #004661 Menu Hijau warna1 = #38761d warna2 = #FFFFFF Menu Abu-abu warna1 = #d4d4d4 warna2 = #555555 Menu Kuning warna1 = #ffd966 warna2 = #d4812a
0 -1 false false BEHIND 0

true #000000 false true #008000 true true #0000ff TextAndImage #ffffff false 1x1 true true true 1 false #ffffff false false
</div></div> <div class="date-outer">

<div class="date-posts">
</div></div>
:

:

           

10 true true ALL_TIME

HYPERTEXT PREPROCESSOR

PENGERTIAN PHP ( HYPERTEXT PREPROCESSOR ) PHP (Hypertext Prepocessor) diciptakan oleh Rasmus Lerdorf seorang pemrogram C, dan digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung pada homepage-nya. Pada awal tahun 1995 dirilis PHP/FI (Form Interpreter) yang memiliki kemampuan dasar membangun aplikasi web, memproses form dan mendukung data mySQL.Karena antusiasme pengguna internet yang begitu besar, ahirnya pada pertengahan tahun 1997 Rasmus Ledorf menyerahkan pengembanganya kepada sebuah tim pemrograman dalam kerangka open source dan oleh Zeev suraski dan Andi Gutmans, parsernya ditulis ulang kembali menjadi bentuk program parser baru yaitu PHP 3.0 yang memiliki dukungan lebih luas lagi terhadap database yang ada termasuk mySQL dan Oracle. Pengertian PHP, Fungsi dan Sintaks Dasarnya PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah sebuah bahasa pemrograman server side scripting yang bersifat open source. Bahasa pemrograman ini banyak digunakan untuk pengembangan website. Sebagai sebuah scripting language, PHP menjalankan instruksi pemrograman saat proses runtime. Hasil dari instruksi tentu akan berbeda tergantung data yang diproses. Inilah yang membuat PHP sering digunakan untuk membangun website yang dinamis seperti toko online.
PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script dari PHP nantinya akan diproses di server. Jenis server yang sering digunakan bersama dengan PHP antara lain Apache, Nginx, dan LiteSpeed. Selain itu, PHP juga merupakan bahasa pemrograman yang bersifat open source. Pengguna bebas memodifikasi dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tentunya jika memiliki kemampuan coding yang baik, ya? Meskipun awalnya hanya untuk membangun situs pribadi, perkembangan PHP cukup pesat. Saat ini, tak kurang dari 78% website di seluruh dunia menggunakan bahasa pemrograman yang diciptakan Rasmus Lerdorf di tahun 1995 ini. Bahkan platform besar seperti Facebook juga menggunakannya. Sintaks Dasar PHP Setiap bahasa pemrograman memiliki aturan coding sendiri. Begitu pula dengan PHP. Sintaks dasarnya dibuka dengan sebagai terlihat di contoh berikut: Inilah penjelasan kode tersebut: adalah kode untuk mengakhiri PHP dan wajib digunakan saat digabung dengan bahasa pemrograman lain seperti HTML. Sintaks PHP bersifat case sensitive. Jadi, penggunaan huruf besar atau kecil akan turut mempengaruhi output yang diberikan. Sebagai contoh : Kode di atas akan menghasilkan output: Yogyakarta di halaman website. Namun, jika dituliskan seperti ini: Anda akan mendapati tampilan error. Alasannya, adanya perbedaan antara variabel $alamat dan $Alamat. Pada PHP, Anda juga bisa menuliskan komentar sebagai penjelasan dari kode yang ditulis. Komentar di PHP menggunakan // atau */ dan tidak akan dimunculkan sebagai output di browser. Contohnya sebagai berikut: Semua kode PHP yang ditulis harus disimpan dengan file ekstensi .php. Contoh Kode PHP Nah, setelah belajar tentang sintaks dasar PHP, mari lihat contoh kode PHP dalam penggunaan dengan bahasa pemrograman lainnya. 1. HTML Anda bisa menyisipkan kode PHP di dalam HTML. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut: Contoh Kode di atas akan memunculkan hasil pada browser: Seperti terlihat kode PHP disisipkan di dalam body HTML. Dengan perintah echo, browser memunculkan hasil teks yang diinstruksikan. 2. CSS Berikut ini adalah contoh penggunaan gabungan dengan HTML dan CSS: Selamat Datang"; echo "

Semoga Harimu Menyenangkan

"; ?> Ketika digunakan bersama dengan CSS, output yang diberikan tentu memiliki atribut CSS seperti warna dan ukuran font yang berbeda sebagai berikut: contoh gabungan PHP dan CSS 3. JavaScript Contoh penggunaan kode gabungan dengan JavaScript terlihat di kode berikut:

Selamat Datang
Semoga Harimu Menyenangkan

Ini adalah Contoh Gabungan PHP dan Javascript

PHP Dasar

Berdasarkan kode-kode di atas, browser akan menampilkan output sebagai berikut: contoh gabungan PHP dan Javascript 4. Gabungan Jika digunakan bersama dengan HTML, CSS dan JavaScript sekaligus, contoh kode yang digunakan adalah sebagai berikut:

Ini merupakan contoh
Penggabungan CSS, HTML, dan Javascript

Dengan PHP

Contoh

Berikut ini tampilannya di browser: gabungan php javascript css html Penulisan Kode-Kode PHP Anda baru saja belajar contoh kode PHP. Pada dasarnya, penulisan kode bahasa pemrograman ini terbagi dua : 1. PHP Native Native adalah penulisan kode PHP dari nol ketika melakukan perancangan sebuah website. PHP Native sering digunakan oleh developer yang memiliki keahlian coding cukup baik atau mereka yang ingin membuat kerangka alur yang unik dengan fungsionalitas tinggi. 2. PHP Framework Ketika menggunakan framework, developer dapat memanfaatkan kerangka pengelolaan website yang sudah jadi. Artinya, tidak perlu membuatnya dari awal sehingga memudahkan pekerjaan. Framework dapat membantu developer bekerja lebih efisien dan menyelesaikan pengembangan website lebih cepat. Beberapa Framework PHP yang populer digunakan antara lain: CodeIgniter, Laravel, Yii, Symfony dan Zend Framework. PHP dan MySQL PHP sering digunakan bersama dengan MySQL untuk membangun sebuah website yang dinamis. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang akan mengakses dan memproses data. ilustrasi hubungan php dan mysql Sebelumnya PHP dan MySQL harus sudah terhubung satu sama lain. Nah, ketika ada permintaan dari browser ke web server, PHP akan menghubungi MySQL server untuk mencarikan data yang dibutuhkan di database. Setelah mendapatkan datanya, MySQL server akan meneruskan informasi tersebut ke server untuk dilanjutkan ke browser.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRODUK

NAMA BARANG DETERGEN : RINSO ANTI NODA 900G 15246 RINSO MOLTO 900G 15246 ATTACK EASY 900G 16533 ATTACK SOFTENER 900G 17919 ATTACK MAXIMIZER...